Nusantara

Yan P. Mandenas Jadi Ketua Harian Pengurus Pusat Gekira

Foto bersama pengurus pusat Gekira dan Yan P. Mandenas (baju batik). Foto (istimewa)

VoIR Indonesia, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) Hashim Djojohadikusumo menunjuk Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si jadi Ketua Harian Pengurus Pusat Gekira di sisa masa bakti tahun 2017-2022 menggantikan Jim Lomen Sihombing.

Perubahan pengurus melalui Surat Keputusan (SK) Ketua Harian tersebut dibacakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nikson Silalahi dalam rapat pengurus secara virtual di Ruang Rapat Pimpinan Fraksi Partai Gerindra, Gedung Nusantara I, DPR-RI, Jumat (13/11/2020).

Dalam rapat tersebut hadir Ketua Umum Fary Djemy Francis; anggota Dewan Pembina Martin Hutabarat dan Cornelius Ronowijowo, sejumlah pengurus pusat serta pengurus daerah dan cabang.

Usai penyerahan SK, Fary menyampaikan ada beberapa amanat dan tugas dari hasil rapat kerja nasional sebelumnya untuk secepatnya dilaksanakan Ketua Harian di sisa masa waktu ke depan.

“Ada beberapa amanat dan tugas dari hasil rapat kerja nasional yang secepatnya dilaksanakan oleh Ketua Harian hingga tahun 2022,” ujar Fary.

Amanat dan tugas tersebut, menurut Fary yakni persiapan perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Kemudian, mendorong kader-kader Gekira agar dapat menjadi pengurus Partai Gerindra di tingkat pusat, daerah maupun cabang, termasuk membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gekira, serta mendorong kader-kader Gekira untuk maju di Pilkada selanjutnya.

Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si. Foto (istimewa)

Fary juga mengingatkan sesuai pesan Ketua Umum Partai Gerindra bahwa kader-kader Gekira merupakan ujung tombak kader-kader Kristiani yang ada di tubuh Partai Gerindra, karena itu semua kader Gekira harus terus bekerja menyampaikan informasi positif mengenai Partai Gerindra kepada masyarkat.

Yan P. Mandenas dalam sambutannya menyampaikan terimakasihnya karena dapat bergabung dengan Gekira sebagai orsap Partai Gerindra. Tugas sebagai Ketua Harian menurut Yan tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh keluarga besar Gekira di mana pun berada.

Ia memastikan bahwa dirinya akan banyak bertanya perihal tugas dan amanat baru ini dari ketua umum dan senior-senior pengurus Gekira.

Baca Juga:  Kenapa Weekend Jatuh Pada Sabtu dan Minggu? Ini Jawabannya

“Pada prinsipnya saya siap melaksanakan amanat dan tugas serta siap bekerja maksimal termasuk dalam waktu dekat memperkuat struktur Gekira terutama yang ada di daerah-daerah.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra di Komisi I ini berharap kehadirannya sebagai Ketua Harian dapat memberikan terobosan dan manfaat kepada Gekira dan kader temasuk kepada Partai Gerindra secara umum.

Walau hanya menjabat di sisa masa bakti 2022 yakni kurang lebih 1,5 tahun, Yan berjanji akan bekerja maksimal menuntaskan amanat dan tugas-tugas yang diamanatkan ketua umum melalui rapat kerja nasional tahun lalu.

Suasana rapat virtual pengurus pusat Gekira. Foto (istimewa)

Dalam waktu dekat, kata Yan, ia akan melakukan konsolidasi internal, termasuk mencari sekretariat sehingga dirinya dan kader-kader Gekira dapat membangun komunikasi internal baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten.

Ia juga berharap arahan dan petunjuk dari ketua umum sehingga konsolidasi internal dan eksternal terutama dengan fraksi Gerindra dapat berjalan baik, baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.

“Saya lihat orsap partai itu akan maksimal jika dapat bersinergi dengan fraksi partai baik di tingkat pusat, provinsi maupun daerah,” ungkap satu-satunya anggota Partai Gerindra dari daerah pemilihan Papua itu.

Yan juga yakin Gekira sebagai salah satu sayap Partai Gerindra dapat memberikan image positif di tengah-tengah masyarakat mengenai perkembangan Partai Gerindra yang bagi sebagian masyarakat dianggap tidak nasionalis terutama dalam pilpres 2019 lalu.

Sementara itu, Sekjen Nikson Silalahi berharap ketua harian di sisa masa bakti ini harus dapat bersinergi dengan semua pengurus dan anggota baik di tingkat pusat, provinsi maupun daerah atau dengan kata lain ketua harian harus senafas dengan ketua umum.

“Ketua Harian, Sekretaris Jenderal harus selaras, seirama dan satu tarikan nafas dengan Ketua Umum dalam menjalankan tugas-tugas di organisasi termasuk di sayap partai Gekira,” kata Nikson usai acara penyerahan SK. (*)

To Top