Nusantara

Upaya Meminimalisir KDRT, DPRD Pekanbaru Ajak DP3A Bentuk PATB

Anggota DPRD Pekanbaru Zainal Arifin menyalami peserta acara sosialisasi. Foto Dok. Istimewa

VoIR, Riau – Untuk meminimalisir jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak, DPRD Pekanbaru bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pekanbaru menggelar sosialisasi kesetaraan gender serta pemberdayan perempuan dan anak.

Acara kerjasama ini dilaksanakan di Resty Menara Hotel, Senin (28/10).

Rencananya, DPRD dan DP3A bakal membentuk aktivis-aktivis yang tergabung dalam wadah yang dinamai Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) pada 26 Kelurahan se-Pekanbaru.

Kegiatan sosialisasi bagi aktivis PATBM tersebut diikuti sebanyak 200 orang peserta yang berasal dari kalangan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, kader PKK, kader posyandu, forum anak kelurahan dan perangkat RT-RW.

Dalam kesempatan ini, para peserta sosialisasi mendapatakan materi dari Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Pekanbaru dan Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pekanbaru yang juga ikut hadir pada acara tersebut, Mahyuddin, mengungkapkan setiap tahunnya jumlah kasus KDRT dan kekerasan terhadap anak selalu meningkat di Pekanbaru.

Untuk meminimalisir hal tersebut, lanjutnya, dibutuhkan sejumlah aktivis dan terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan bantuan kepada para korban.

Nantinya akan dibentuk 26 PATBM di 26 Kelurahan yakni 6 PATBM di Kecamatan Pekanbaru Kota, 7 PATBM di Kecamatan Sukajadi, 9 PATBM di Kecamatan Taman dan 4 PATBM di Kecamatan Limapuluh.

Baca Juga:  Pagar Jenswin Pandiangan Ingin Perjuangkan Batubara lewat DPRDSU

Masing-masing PATBM, nantinya akan memiliki sebanyak 10 orang anggota yang bertugas untuk memecahkan masalah kasus KDRT serta kekerasan terhadap anak. Setelah itu dilaporkan ke Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Pekanbaru.

Sementara itu, anggota DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin menjelaskan, dari 83 kelurahan yang ada di Pekanbaru, pembentukan PATBM baru bisa dilaksanakan di 26 Kelurahan saja.

Hal ini disebabkan karena terbatasnya jumlah anggaran yang dimiliki Pemko Pekanbaru, padahal kehadiran PATBM sendiri sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Untuk tahap awal rencananya akan dibentuk sebanyak 26 PATBM dan tersebar di 26 Kelurahan se-Pekanbaru. Anggarannya baru dapat segitu dulu hingga akhir 2019 ini,” ujarnya.

Ke depan, ditambahkan Zainal, pembentukan PATBM akan ditambah lagi hingga setiap Kelurahan memiliki PATBM.

“Anggaran untuk tahap awal ini, akan saya bantu bersama Nofrizal, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru. Selanjutnya akan diserahkan kepada Pemko Pekanbaru,” imbuh Zainal.

Zainal menambahkan selain dapat meminimalisir KDRT, PATBM ini juga sejalan dengan visi misi walikota Pekanbaru menjadikan Kota Pekanbaru sebagai kota layak anak pada 2020 mendatang. (*)

To Top