Nusantara

Kualitas Udara Memburuk, Politisi Gerindra ini Bagikan 3.000 Masker ke Masyarakat

Anggota DPRD Pekanbaru Zainal Arifin dibantu Forum RT/RW membagikan 3.000 masker kepada masyarakat Riau, (11/09/2019). Foto Istimewa

RIAU, VoIRKabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau makin menggila. Kondisi ini membuat kualitas udara semakin memburuk dan semakin membahayakan kesehatan warga Riau.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera, penghitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) rata-rata menunjukkan angka di atas 300.

Tujuh dari sembilan alat pengukur ISPU menyimpulkan tingkat polusi dalam warna hitam yang artinya “berbahaya”, sedangkan sisanya berwarna merah yang artinya “sangat tidak sehat”.

Melihat kondisi seperti ini, kerjasama semua lapisan masyarakat sangat diharapkan, termasuk Politisi Partai Gerindra ini, sehingga musibah ini dapat segera teratasi.

Anggota DPRD Pekanbaru Zainal Arifin dibantu Forum RT/RW membagikan 3.000 masker kepada masyarakat di Pekanbaru, Rabu (11/09/2019).

Menurut Zainal, pembagian masker ini hanya bentuk kecil dalam aksi mengantisipasi dampak kabut asap. Justru yang lebih penting dilakukan pemerintah adalah menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan mengantisipasi terjadinya kabut asap di waktu mendatang.

“Pembagian masker ini hanya bagian kecil mengantisipasi dampak kabut asap. Yang lebih penting dilakukan pemerintah adalah menindak tegas pelaku pembakaran,” ujar Zainal kepada VoIR melalui saluran telepon, Sabtu (14/09/2019).

Baca Juga:  Warga di Sosorgonting Mengamuk Karena Setahun E-KTP Anaknya Belum Selesai

Sebelumnya, anggota dewan ini pernah menyampaikan agar Pemerintah Kota Pekanbaru segera membuat Posko Darurat Kabut Asap di tiap kecamatan.

“Udara di Kota Pekanbaru sudah tidak sehat. Kita minta Walikota Pekanbaru bertindak. Posko Darurat Kabut Asap saya rasa saat ini harus segera dibentuk di tiap kecamatan,” ucapnya saat berbincang bersama wartawan, Selasa (10/9/2019).

Lulusan S-2 Magister Hukum dari Universitas Lancang Kuning (UNILAK) ini juga mengaku sedih atas peristiwa kabut asap di wilayahnya dan meminta semua pihak ikut andil dalam penuntasan karhutla, termasuk pemerintah pusat.

“Ini bukan saja masalah provinsi atau kabupaten dan kota. Ini masalah nasional dan harus ada bantuan dari pemerintah pusat karena ada titik kebakaran yang tidak dapat dijangkau manusia, sulit dijangkau alat pemadam,” ujarnya.

Zainal pun mengemukakan agar pemerintah tegas kepada para pelaku pembakar hutan dan lahan, serta tidak tebang pilih. (tio)

To Top