Politik

Politisi Gerindra : Dugaan Kecurangan Pemilu Terbukti Bukan Hanya dari Satu Kubu

“Tuduhan pemilu 2019 tidak jujur dan tidak adil datang bukan hanya dari kubu 02, bahkan dari parpol pendukung 01,” ujar Nikson.

VoIR, JakartaPolitisi Gerindra yang juga Sekretaris Jenderal Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Sekjen GEKIRA) Nikson Silalahi angkat bicara mengenai dugaan kecurangan pemilu 2019.

Kepada redaksi VoIR, Selasa (28/5/2019) di Posko Pemenangan GEKIRA di Jakarta Selatan, Nikson mengatakan daftar permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK), memperlihatkan fenomena yang menarik yakni hampir mewakili semua peserta pemilu.

Dikatakannya, para pihak yang mengajukan permohonan PHPU secara umum menduga pelaksanaan Pemilu 2019 berlangsung secara tidak jujur dan tidak adil alias curang.

Fenomena ini, kata Nikson, menunjukkan bahwa tuduhan penyelenggaraan Pemilu 2019 tidak jujur dan tidak adil datangnya bukan hanya dari kubu paslon capres/cawapres 02 dan partai politik pendukungnya. Karena faktanya saat ini bahkan telah diajukan ke MK oleh calon anggota DPD, dan oleh parpol-parpol pendukung capres/cawapres 01.

“Tuduhan pemilu 2019 tidak jujur dan tidak adil datang bukan hanya dari kubu 02, bahkan dari parpol pendukung 01,” ujar Nikson.

Baca Juga:  Kritik Prabowo Soal Inteligen

Padahal selama ini, lanjut Nikson, banyak pihak menepis adanya dugaan kecurangan Pemilu 2019. Setiap kali isu kecurangan disuarakan terutama oleh kubu paslon capres/cawapres 02, maka banyak pihak yang langsung menyerang dengan tudingan pernyataan itu hanya dalam rangka mendelegitimasi KPU.

Oleh karena itu, Nikson yang juga terdaftar sebagai anggota di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sangat berharap persidangan di MK dapat membuktikan secara transparan dan objektif benar tidaknya Pemilu 2019 diwarnai kecurangan.

Pelaksanaan Pemilu 2019 yang diwarnai laporan meninggalnya ratusan petugas KPPS dan ribuan petugas mengalami korban sakit, para korban meninggal dan luka-luka akibat unjuk rasa jelang dan setelah penetapan hasil Pemilu oleh KPU, kasus-kasus yang diduga kecurangan; kesemuanya menjadi bagian dari cerita menyedihkan dalam sejarah bangsa ini. (voir)

To Top