Politik

Gus Irawan Sebut Polisi di Medan Ancam Kepling untuk Dukung Jokowi-Ma’ruf

Gus Irawan Pasaribu

Medan (VOIR) – Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi Provinsi Sumut, Gus Irawan Pasaribu menilai demokrasi yang ada saat ini telah tercederai oleh adanya intervensi secara struktur dan masif yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

“Kepling di tingkat Kota Medan diintervensi dan diancam-ancam oleh aparat kepolisian agar mendukung calon petahana,” kata Gus usai acara deklarasi caleg PBB se-Sumut dukung Prabowo-Sandi, di Gedung IPDM, Jalan Setia Budi, Medan, Minggu (10/2/2019).

Kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumut ini, intervensi dilakukan secara seragam, bahkan sudah sampai kepada tingkat mengancam. Sikap seperti itu diakuinya telah mencederai prinsip dasar demokrasi

“Prinsip dasar demokrasi, yakni kebebasan. Loh di mana demokrasinya. Apalagi yang namanya aparat harus netral, jadi memang sekarang kalau kata UUD 1945 yang menjadi konstitusi negara kita, di pasal 1, ayat 1 sudah dilanggar, bentuk negara NKRI, pasal 1 ayat 2, kedaulatan ada di tangan rakyat. Bagiamana rakyat dibilang berdaulat hari ini, orang ada intimidasi terus,” tegasnya.

Baca Juga:  Ekspor November Turun 6,69 Persen

Menurut anggota DPR ini, Indonesia yang berdasarkan hukum juga telah tercederai. Sebab, hukum hanya tajam kepada pihak yang antre dengan pemerintah. Namun, tumpul kepada para pendukung pemerintah.

“Hukum saat ini kecendrungannya telah menjadi alat kekuasaan. Ini semua kita dapati laporan dari masyarakat,” jelasnya.

Gus Irawan menilai jika temuan ini dilaporkan kepada Bawaslu akan sia-sia. Sebab, yang menjadi pelakunya adalah aparat.

“Kita imbau kepada masyarakat untuk tidak takut, perjuangan tinggal 60 hari lagi, kedaulatan itu harus di tangan rakyat. Mau siapapun intervensi, bisa dituntut juga karena sudah tahap intimidasi. Ingat jabatan itu bukan kekal, besok akan berputar, janganlah mengotori demokrasi yang sedang dibangun, aparat harusnyabertindak netral saja,” tuturnya.

“Rakyat jangan ditakuti dan diteror, karena intinya kedaulatan ditangan rakyat. Mari berkompetisi secara sehat, merebut hati rakyat. Saya meyakini apa yang dilakukan rezim saat ini malah blunder, karena rakyat makin muak dengan rezim ini,” imbuhnya seperti dimuat di medanbisnisdaily.com. (voir)

 

To Top