Politik

Jokowi Gulung Lengan Baju, Prabowo Menari, Ini Kata Pengamat

Foto (Kompas)

Jakarta (VOIR) – Debat pertama calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia merupakan suatu hal yang sangat dinanti-nantikan masyarakat. Debat yang mengambil tema HAM, Korupsi, Hukum dan Terorisme ini tercatat menjadi trending topik dan tidak sedikit masyarakat yang mengelar nonton bareng bak pertandingan bola piala dunia.

Ada poin-poin tertentu dalam debat pertama tersebut yang menjadi perbincangan masyarakat baik di sosial media maupun di lapangan.

Menurut Pengamat Komunikasi, Sosial dan Politik Tamil Selvan, debat pertama tersebut sangat menarik jika dikaji dari sisi gestur kedua paslon. Dimana Jokowi menggulung lengan kemejanya dan Prabowo menari-nari. Juga bagaimana hangatnya kolaborasi kekompakan yang ditunjukkan pasangan Prabowo-Sandi dalam tiap kali menjawab pertanyaan, serta tercermin sikap dingin antara Pak Jokowi dan Pak Maruf Amin sehingga membuat Pak Maruf Amin tidak banyak mendapat kesempatan menjawab pertanyaan.

“Dari sisi gesture Prabowo sangat santai menyikapi setiap pertanyaan dan tanggapan yang diberikan paslon 01, hal ini bisa kita lihat dari senyum lepas pada diri Pak Prabowo selama acara debat berlangsung. Bahkan ada saat Prabowo menari dan Sandi memijat pundaknya, ini menunjukkan bahwa tidak ada batas antara capres dan cawapres dan mereka telah saling mengerti porsi masing-masing,” ujar Kang Tamil.

Kang Tamil mengatakan bahwa efek debat ini bukan saja mempengaruhi masyarakat rasional yang selama ini diperbincangkan.

Namun, disamping konteks debat, tayangan debat tersebut juga menjadi daya tarik yang menghibur, dan Prabowo berhasil membawa suasana debat yang di design kaku serta formal, menjadi forum cair dan menghibur rakyat.

“Dalam hal ini saya menilai Prabowo berhasil membawa forum debat ini bukan hanya sebagai konsumsi kalangan rasional, namun juga sebagai hiburan bagi masyarakat, tanpa mengurangi esensinya. Ini yang menarik bagi saya,” ujar Kang Tamil.

Baca Juga:  Laskar TPS : Serdadu Melawan Kecurangan

Lanjutnya, Kang Tamil mengatakan sikap menggulung lengan baju yang dilakukan Pak Jokowi, sebagai simbol bahwa paslon 01 adalah pasangan yang sudah bekerja, mengerti tentang apa yang dikerjakan, dan siap melanjutkan kerja tersebut, sesegera mungkin.

“Itu adalah simbol bergegas untuk bekerja, dengan prioritas kerja di atas formalitas. Dia sudah bekerja, mengerti, dan siap melanjutkan,” kata Kang Tamil.

Setelan jas formal yang di pakai paslon 02 menunjukkan sisi profesionalisme. Bukan hanya dalam penampilan, namun profesional dalam mengkaji masalah-masalah bangsa dan siap memberikan solusi yang terbaik.

“Jas itukan simbol profesionalisme, dalam hal ini paslon 02 ingin menunjukkan bahwa mereka telah mengkaji persoalan bangsa dan siap memberi solusi,” katanya.

Saya tidak ingin mengulas tentang konten dan konteks yang disampaikan sebab saya pikir itu sudah cukup jelas, dan masyarakat sudah sangat memahami apa yang disampaikan kedua paslon.

Namun, secara gesture saya kira penting, bagaimana Pak Jokowi menjawab setiap pertanyaan dan memberi tanggapan serta memberikan pertanyaan selalu berdasarkan catatan yang dipersiapkannya, kemudian dibandingkan dengan Prabowo yang menjawab dan bertanya secara lugas tanpa ada catatan yang memandunya.

“Saya kira paslon 01 harus lebih memperhatikan porsi proposional antara capres dan cawapres sebab kekakuan sangat kental terlihat di sisi mereka. Seolah-olah Bapak Maruf Amin tidak menguasai persoalan dan tidak dipercaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari paslon 02. Ini sikap yang mengurangi performa paslon 01 yang seharusnya dapat memimpin laju debat karena sebagai petahana lebih mengerti substansi masalah bangsa,” tutup Kang Tamil. []

To Top