Politik

Tag Line Prabowo-Sandi Indonesia Menang, Pengamat: Bukti Kenegarawanan Prabowo

Jakarta (VOIR) – Visi-Misi dengan tagline Indonesia Menang ini diklaim juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily sebagai hasil jiplakan dari poin-poin yang telah dilakukan oleh Jokowi selama 4 tahun ini.

Tercatat bahwa KPU menolak perubahan berkas Visi-Misi yang diajukan, sebab itu merupakan bagian dari pendaftaran capres-cawapres dan masa itu telah berlalu. Demikian menurut komisioner KPU Wahyu Setiawan. Namun pihaknya tidak melarang jika BPN Prabowo-Sandi menjadikan visi-misi yang semula berjumlah 14 menjadi 44 halaman itu sebagai program ke masyarakat.

Melihat hal ini, Pengamat Komunikasi, Sosial dan Politik Tamil Selvan mengatakan perubahan tagline Prabowo-Sandi dari Indonesia Adil Makmur menjadi Indonesia Menang merupakan sikap kenegarawanan Prabowo yang selama ini dinilai banyak tokoh melekat padanya.

Secara semiotika pria yang akrab disapa Kang Tamil ini mengatakan Indonesia Menang merupakan sikap Prabowo yang menginginkan kepentingan Indonesia diatas kepentingan lainnya, termasuk kepentingan politik maupun kepentingan pribadi.

Ini menunjukkan siapapun pemenang kontestasi pilpres ini haruslah dapat membawa Indonesia ini menjadi pemenang. Secara makna simbolis, menang disini bukan semata dimaknai kemenangan Jokowi atau kemenangan Prabowo. Namun ini lebih kepada kemenangan segenap rakyat Indonesia terhadap kebijakan-kebijakan yang selama ini dianggap kurang berpihak pada mereka.

Baca Juga:  Posko Pemenangan Gerakan Kristiani Indonesia Raya di Jakarta Diresmikan

Dalam tagline ini menunjukkan bahwa Prabowo tidak “ngotot” harus menang. Namun lebih kepada, harapan agar putra terbaik bangsa yang dapat membawa kemenangan bersama dapat terpilih. Dan tentu saja bagi yang kalah harus legowo.

Sikap kesatria melalui tagline Indonesia Menang ini dinilai Kang Tamil sangat bijak di saat terus terjadi perang opini antara TKN Jokowi Maruf dan BPN Prabowo-Sandi, walaupun dalam kontestasi pemilu hal ini merupakan hal yang lumrah, namun kita ingin menyudahi stigma yang seolah-oleh membuat bangsa ini menjadi terbelah dua.

Selanjutnya, Kang Tamil menyarankan agar pemilu ini menjadi contoh sebagai pemilu yang bermartabat dengan adu gagasan, pihak Prabowo-Sandi dengan konsep ekonominya dan pihak Jokowi Maruf dengan konsep pembangunan Indonesia.

Ini layaknya seorang pelamar kerja yang sedang mempersentasikan gagasannya dihadapan calon “Bos” yaitu rakyat Indonesia, untuk dapat dipercaya dan diberikan posisi pekerjaan “Jabatan Presiden dan Wakil Presiden”, tentu tidak elok antar sesama pelamar kerja bertikai dihadapan calon bos saat mempresentasikan gagasannya.

Dan hati-hati, “bos” yang lelah dan muak dengan dagelan pertikaian ini akan memutuskan untuk tidak memilih, itu berarti angka golput semakin tinggi. Dan tingginya angka golput merupakan kesalahan kedua paslon. []

To Top