Nusantara

Friska Tambunan Histeris Peluk Enam Peti Jenazah Keluarganya Korban Longsor di Tobasa

Friska Tambunan meratapi 6 jenazah keluarganya yang terdiri dari kakeknya,ayah dan ibunya serta tiga adiknya ketika disemayamkan di Rumah duka di Desa Aek Rihit, Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Tobasa, Jumat (14/12/2018). Foto (Arjuna Bakkara/tribunmedan)

Tobasa (VOIR) – Korban longsor satu keluarga disemayamkan di rumah familinya di Desa Aek Rihit, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Tobasa, Jumat (14/12/2018).

Enam jenazah satu keluarga Tambunan tersebut diletak berjejer di dalam rumah duka.

Seperti yang dikutip dari Tribun, kerabat keluarga berduyun-duyun datang ke rumah duka. Suara tangisan terdengar di segala sudut rumah. Ruangan disesaki keluarga dan kerabat dan warga.

Mereka merupakan korban tiga generasi yang terdiri dari satu kakek yakni Bantu Tambunan (70), dan anaknya Jones Tambunan (45), Nurcahaya Marpaung (40) istri Jones, serta ketiga cucunya yaitu Ambrin Tambunan (L,13), Ahmadi Tambunan (L, 23) dan Serly Tambunan (P, 19).

Baca Juga:  UPPRD Jakarta Barat Bakal Pasang Stiker Penunggak Pajak di New RM Cafe

Friska Tambunan, anak perempuan paling sulung korban yang tiba dari Pekanbaru menangis histeris.

Friska memeluk satu persatu peti jenazah tersebut sambil memanggil ibu, ayah, kakek dan adik-adiknya.

Friska terus menangis sejadi-jadinya di atas peti jenazah tersebut.

“Ito bereng ji bere mu on. Inong, alusi jo ahu. Bapa..boasa lao hamu, anggi Serly hu dia nama ahu. (Adikku, lihat keponakanmu, ibu, jawab dulu aku. Adikku, Serly, Madi, Ambrin, kemanalah aku nanti,” ratapnya sambil sambil menangisi petih jenazah keluarganya. (voir/medan.tribunnews.com)

 

To Top