Dunia

KIM Jong-un Tampak Bahagia Terima Delegasi Korsel

Voiceofindonesiaraya.com – Senyuman pemimpin Korea Utara Kim Jong-un merekah ketika menyambut para pejabat tinggi Korea Selatan di kotanya, Pyongyang. Senyuman ini sekaligus menandai menghangatnya hubungan kedua negara yang masih dalam status berperang.

Kim terlihat menjabat tangan erat tangan 10 pejabat Korsel satu per satu pada Senin (5/3). Ini adalah pertemuan pertama antara Kim dengan para pejabat tinggi Korsel untuk meningkatkan hubungan kedua negara yang pada akhirnya demi menempuh reunifikasi.

Diberitakan Reuters yang mengutip kantor berita Korut, KCNA, delegasi Korsel dipimpin oleh Kepala Kantor Keamanan Nasional Chung Eui-yong. Selain Kim Jong-un, mereka juga bertemu dengan adiknya Kim Yo-jong, istrinya Ri Sol-ju, dan para pejabat Korut lainnya.

Rencananya, kunjungan itu akan berlangsung selama dua hari dan diakhiri pada Selasa malam (6/3). Menurut KCNA, dalam pertemuan itu disetujui beberapa kesepakatan, namun tidak disebutkan isi dari kesepakatan tersebut.

Selain itu, Kim Jong-un dalam pertemuan tersebut juga mengundang Presiden Korsel Moon Jae-un untuk datang ke Korut.

“Mendengar keinginan dari Presiden Moon Jae-in untuk mengikuti KTT utusan khusus dari Selatan, Kim Jong-un menyampaikan pandangannya dan membuat kesepakatan yang memuaskan,” tulis KCNA.

Kedua negara sejatinya masih dalam status berperang setelah Perang Korea berakhir pada 1953 dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Baca Juga:  Investasi ratusan triliun selama ajang IMF-Bank Dunia, apa manfaatnya?

Keteganganmenyelimuti kedua negara sejak puluhan tahun, dengan Korut yang selalu melakukan uji coba rudal nuklir.
Namun ketegangan mencair bulan lalu setelah Korsel menyambut para atlet Korut dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. Delegasi Korut diperlakukan dengan baik, termasuk datang dalam pembukaan Olimpiade adalah adik Kim, Kim Yo-jong.

Kedatangan delegasi Korsel ke Pyongyang juga untuk membuka pintu dialog antara Korut dan Amerika Serikat soal pelucutan senjata nuklir.

Sebelumnya Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump saling tukar hinaan dan ancaman, yang membuat khawatir negara-negara tetangga seperti Korsel dan Jepang.

Chung, sebagai delegasi Korsel, mengatakan kepada wartawan sebelum bertolak ke Pyongyang bahwa isu denuklirisasi Korut dan perdamaian yang permanen adalah topik utama pembicaraan dengan Korut. Hal ini juga disampaikan Presiden Moon kepada Kim dalam suratnya yang diserahkan para delegasi Korut.

Kim Jong-un, tulis KCNA, telah memberikan perintah “langkah-langkah praktis” untuk menanggapi surat Moon tersebut. KCNA lagi-lagi tidak menjabarkan langkah-langkah apa yang diambil Kim.

“Dia juga bertukar pandangan secara mendalam soal isu-isu untuk meredam ketegangan militer yang parah di Semenanjung Korea dan memulai dialog, kontak, dan kerja sama,” tulis KCNA.

To Top